konselingmahasiswa.undip.ac.id – Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang (06/02)
Universitas Diponegoro (UNDIP) melalui Unit Pelaksana Teknis Layanan Konsultasi, Disabilitas, Penegakan Disiplin, dan Etika Mahasiswa (UPT LKDPDEM) menyelenggarakan Lokakarya Penguatan Diri dan Karakter Mahasiswa 2026 bertajuk “Perspektif Strategis dari Para Ketua Program Studi se-Universitas Diponegoro” pada Jumat (6/2/2026) di Aula Lantai 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNDIP, Tembalang.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis UPT LKDPDEM dalam mendorong penguatan program pengembangan karakter mahasiswa yang lebih adaptif terhadap dinamika zaman, khususnya di era digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Mewakili Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Wakil Direktur Layanan Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Ir. Abdul Syakur, S.T., M.T., IPU., secara resmi membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa UNDIP telah merancang kompetensi COMPLETE sebagai fondasi lulusan, agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter profesional, kepemimpinan, serta jiwa kewirausahaan yang kuat.
Lokakarya ini dihadiri oleh Wakil Dekan I dari berbagai Fakultas/Sekolah, para Ketua Program Studi, serta pemangku kepentingan di lingkungan UNDIP. Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber yang berkompeten, yaitu Annastasia Ediati, S.Psi., M.Sc., Ph.D., Psikolog, selaku Kepala UPT LKDPDEM UNDIP, serta Ir. Daud Samsudewa, S.Pt., M.Si., Ph.D., IPM dari Tim Task Force PENDIKAR UNDIP.
Dalam pemaparannya, Annastasia Ediati, Ph.D., mengangkat tema “Gen Z dan Problematikanya di Era AI”. Ia menyampaikan bahwa program pendidikan karakter yang telah berjalan lebih dari dua dekade perlu direformulasi menjadi program penguatan diri dan karakter mahasiswa yang lebih relevan dengan kondisi riil mahasiswa serta tuntutan dunia kerja saat ini. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa pendekatan sebelumnya cenderung bersifat top-down, belum merata, dan kurang efektif, sementara tantangan yang dihadapi mahasiswa kini semakin kompleks.

Sementara itu, Daud Samsudewa, Ph.D., melalui materinya “Tren Soft Skills di Era Artificial Intelligence”, menekankan bahwa penguatan soft skills merupakan kunci utama dalam pendidikan tinggi. Ia menegaskan bahwa proses perkuliahan tidak hanya berfokus pada transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan non-teknis.
“Kuliah bukan hanya memberikan materi akademik, tetapi juga membentuk soft skills. Tantangannya adalah menghasilkan lulusan yang adaptif, kreatif, mampu memecahkan masalah, bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, memiliki jiwa kepemimpinan, etika kerja, serta manajemen waktu yang baik,” ungkapnya.
Selain sesi pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi kelompok, evaluasi pelaksanaan Program PENDIKAR sebelumnya, serta presentasi hasil diskusi dari masing-masing kelompok. Hasil diskusi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan serta pengembangan program penguatan diri dan karakter mahasiswa UNDIP yang lebih kontekstual, inklusif, dan berkelanjutan.


Melalui lokakarya ini, UPT LKDPDEM UNDIP menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan pengembangan mahasiswa yang holistik. Tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, serta kepedulian terhadap kesejahteraan mahasiswa sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang unggul dan berdaya saing global. (Tim UPT LKDPDEM)